Hubungan Ibadah, Dzikir dan Akhlaq



Apa hubungannya Ibadah, Dzikir dan akhlaq kita? Karena banyak orang shalat, haji, dzikir, dan lain-lain tapi akhlaqnya masih perlu dipertanyakan. Masih sering marah, emosi, pelit, dengki dan sombong.
Yang bermasalah apakah ibadahnya tersebut atau akhlaq tersebut sudah menjadi sikap atau karakter seseorang yang tidak bisa diubah?
Bagaimana merubah akhlaq tidak baik tersebut?

JAWABAN :                                                                                         

Definisi ibadah itu sangat luas, yaitu seluruh perbuatan/amal yang mendapat ridlo Allah swt.(perbuatan yg diridloi Allah).
Jadi dzikir, berakhlaq baik dan amal yg diridloi Allah itu ibadah.
Jika ada orang yang tekun ibadah dan berdzikir tapi kok masih sombong, pelit, sok emosi, dan lain-lain itu karena belum mendapatkan hadiah dan taufiq dari Allah swt. Kita doa kan semoga saudara kita segera diberi taufiq dan hadiah oleh Allah. amin. Karena yang bisa merubah mental/hati hanya Allah.


Lalu bagaimana dengan ibadah dan dzikir orang tersebut?
Secara teori ikhtiyar lahiriyah, orang yang beribadah/dzikir yang tidak meresap kedalam hati (tdk khudur) maka dzikir dan ibadahnya tidak akan berpengaruh terhadap hati (qalbu) padahal dari qalbulah seseorang itu menjadi baik atau sebaliknya, yang kedua qalbu itu akan menjadi terang jika disinari dengan ilmu dan akan menjadi lunak dan lembut apabila dibuat gemar sodaqah. Allahu a'lam. (MM)
Sumber/Catatan : Rubrik tanya jawab ini diasuh langsung oleh KH. Mashudi Muchtar

0 Response to "Hubungan Ibadah, Dzikir dan Akhlaq"

Post a Comment